Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H.Rusdy Mastura ( 2021 - 2024 ) , bersama istri Dr.Hj.Vera Rompas, M.Si.

Rusdy Mastura Dan Cermin Ke Ikhlasan Politik

Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H.Rusdy Mastura ( 2021 – 2024 ) , bersama istri Dr.Hj.Vera Rompas, M.Si.

Oleh; Adha Najamudin

PALU, beritasulteng.id – Terpilihnya Rusdy Mastura sebagai Gubernur Sulawesi Tengah dan Wakil Gubernur Ma’mun Amir yang akan dilantik 16 Juni di Istana Negara, bukanlah hasil kerja setahun atau dua tahun. Tapi belasan bahkan puluhan tahun.

Meski secara individu Rusdy Mastura memiliki kelebihan sekaligus keistimewaan, tetapi mantan wali kota Palu dua periode itu tidak sendiri. Ada ratusan bahkan ribuan orang berjibaku berjuang sekaligus menaruh harapan besar akan Sulteng yang maju pada dirinya.

Tidak sedikit peluh yang dicucurkan, materi dan waktu yang dikorban, air mata, canda bahkan keikhlasan hati untuk kemenangan Rusdy Mastura. Meski kemenangan itu adalah hasil perjuangan bersama sekaligus kemenangan rakyat, tetapi di sana ada pergolakan politik yang sangat besar dan diperankan oleh orang-orang besar.

Di sana ada banyak skenario dan peristiwa penting yang berpusar pada orang-orang penting, melingkar di sentrum kekuasaan dan partai politik. Ada tarik ulur kepentingan, ketegangan dan sebagainya. Itulah perjalanan panjang politik yang dilalui Rusdy Mastura.

Tapi siapa yang tahu ternyata ada pengorbanan besar dari seorang tokoh di balik seluruh kemenangan itu. Pengorbanan paling besar melebihi dari seluruh materi adalah pengorbanan untuk mengubur cita-citanya menjadi seorang gubernur Sulawesi Tengah. Dia adalah Ahmad M Ali, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem.

Dari setiap kali berdiskusi bersama Ahmad M Ali, topik perbincangan politik untuk estafet kepemimpinan daerah Sulawesi Tengah tidak pernah luput dari diskusi kami. Dari seluruh cita-cita yang dibenamkan dalam dirinya, cita-cita tertingginya adalah menjadi Gubernur. Dirinya berpikir, ketika ia menjadi gubernur maka akan lebih banyak ruang dan kesempatan untuk ia berbuat kepada rakyatnya, kepada daerah yang dipimpinnya.

Hanya dengan cara itu, ia bisa lebih leluasa berbuat untuk kemaslahatan. Karena baginya, kualitas nilai seseorang akan dilihat dari seberapa banyak dia memberi manfaat kepada orang lain.

Lihat saja bagaimana kerja kerasnya membuka jalan menuju puncak kepemimpinan tertinggi di Sulteng. Ia membangun partai bersama seluruh sumber daya manusianya, ia melengkapi seluruh struktur partainya dari provinsi hingga ke desa bahkan kelurahan. Ia membangun infrastruktur partai secara massif, terencana dan sistematis. Dirinya sangat optimistis kerja kerasnya tidak akan menghianati hasil.

Terbukti, hanya dalam waktu sekitar 10 tahun ia membangun kekuatan besar itu hasilnya sudah bisa diraih. Nasdem tampil memimpin perolehan kursi di DPRD Sulteng terbanyak. Demikian halnya di sejumlah kabupaten. Nasdem berhasil menyingkirkan partai-partai yang sebelumnya memimpin perolehan kursi di DPRD.

Tidak itu saja, Nasdem juga berhasil mendorong sejumlah kadernya menjadi bupati dan wakil bupati di Sulteng. Kekuatan besar sudah terbangun. Tinggal menunggu waktunya, seluruh kekuatan itu bisa dikerahkan untuk merebut jabatan gubernur.

Tapi apa yang terjadi, Ahmad M Ali harus ikhlas dan mengubur dalam-dalam cita-citanya menjadi gubernur lalu memberi kesempatan yang besar kepada Rusdy Mastura. Rusdy Mastura di mata Ahmad M Ali, tidak saja sebagai tokoh politik senior tapi sekaligus sebagai kakak dan kawan kader.

Di sinilah pengorbanan paling besar dari Ahmad M Ali untuk merajut kebersamaan dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju. Dirinya harus mengubur hasratnya dan memberi kesempatan kepada Rusdy Mastura, tokoh visioner dan merakyat untuk memajukan Sulteng ke depan.

Mendorong Rusdy Mastura bukanlah sekadar menitipkan harapan untuk kemajuan Sulteng, tetapi sekaligus pertarungan gengsi politik. Sehingga seluruh kekuatan ia kerahkan. Lobi-lobi politik ia perankan. Tidak satupun instrumen yang ia diamkan. Dari perannya pula ia bisa membangkitkan semangat kebersamaan. Sehingga semuanya berjalan bersama beriringan mengawal kemenangan Rusdi Mastura – Ma’mun Amir.

Menariknya lagi kemenangan yang diraih tersebut tidak menimbulkan gesekan tajam yang berdarah di akar rumput, semua berjalan damai, meski ada riak dan gelombang yang tidak bisa terhindarkan.

Selamat dan Sukses atas dilantiknya bapak Rusdy Mastura – Ma’mun Amir sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulteng 2021-2025. Di pundak bapak berdualah kami menitipkan harapan untuk Sulteng yang lebih maju.

About beritasulteng

Check Also

Moment HBA Ke 61 Tahun, Kejati Sulteng Selamatkan Asset Negara 68,5 M

Palu, beritasulteng.id – Sebuah pencapaian luar biasa di torehkan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah yang di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *