Gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah priode 2021 - 2024 Rusdy Mastura - Ma' Mun Amir

BKIPM Palu Restocking Ikan Sidat Di Danau Rano Kec.Balaesang Tanjung

BKIMP Palu bersama warga sekitar melakukan pelepas liaran ikan sidat di desa rano kecamatan balaesang tanjung, Pada Rabu 9/06/2021.( Foto.Handri )

Donggala, beritasulteng.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palu telah melakukan pelepas liaran benih sidat sebanyak 3000 ekor stadia glass eels dan fingerling di Danau Rano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Pada Rabu 9/06/2021.

Selain pelepas liaran benih sidat, juga dilakukan sosialisasi keputusan Menteri kelautan dan Perikanan tentang perlindungan terbatas ikan sidat ( Anguilla spp ), tutur Stasiun KIPM Pelaksana Koordinasi pengawasan, pengendalian dan informasi Irmawan Syafitrianto,S.Pi.,M.P.

Kegiatan pelepas liaran dan sosialisasi ini melibatkan aparat desa Rano, kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan pelaku usaha penampung/pembudidaya sidat.

Kami mengajak masyarakat di sekitar Danau Rano untuk menjaga kelestarian Ikan sidat di danau Rano, menjaga lingkungan, serta mematuhi keputusan menteri untuk tidak menangkap benih sidat pada tanggal 27-28 Hijriah, serta tidak menangkap Indukan sidat marmorata dewasa (diatas 5 kilogram).

Ikan sidat (Anguilla spp) merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi penghasil ikan sidat di Indonesia, ungkapnya.

KIPM telah memilih danau rano, Kabupaten Donggala merupakan salah satu perairan umum yang memiliki potensi ikan sidat yang cukup besar dan sangat menjanjikan, tentunya jika dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar, sidat dapat menjadi komoditas unggulan dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah Provinsi Sulawesi tengah.

Selain budidaya, isu kelestarian juga menjadi pertimbangan penting dalam pengelolaan sidat yang lestari dan berkelanjutan, Pelepas liaran benih merupakan salah satu upaya untuk tetap mempertahankan kelestarian sidat.

Olehnya itu kami mengajak kepada warga yang ada disekitaran pesisir danau rano untuk terus menjagah kelestarian, sekaligus juga pertahankan dengan cara tidak menangkap induk dewasa sepanjang waktu, serta benih pada periode waktu tertentu, harap Irmawan. ( Handri )

About beritasulteng

Check Also

Akibat Longsor Akses Jalan Desa Walandano Mengalami Kerusakan Parah

Donggala,beritasulteng.id – Longsor terjadi di Desa Walandano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *