Ketua FPII Propinsi Sulawesi Tengah dan Ketua Tim Pendamping Penyusunan RPJMD Kab.Tolitoli Irfan Denny Pontoh, S.Sos

ToliToli,beritasulteng.id – Pembangunan Kabupaten Tolitoli dijalankan atas azas gotong royong.

Demikian penegasan Irfan Denny Pontoh, S.Sos Ketua Tim Pendamping Penyusunan RPJMD Kabupaten Tolitoli kepada kontributor media ini, minggu pagi tadi ditolitoli (29/5-2021).

Dikatakan, untuk menyelenggarakan pembangunan daerah atas prinsip gotong royong itu, maka yang akan menjadi roh penggeraknya ada tiga unsur, yakni pemerintah, dunia usaha dan partisipasi masyarakat.

“Jadi prinsip dasarnya, semua aspek pembangunan di tolitoli selama masa kepemimpinan pak Amran tetap harus tercermin sinergitas tiga unsur tersebut, yakni pemerintah, dunia usaha, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat didalamnya,” tegasnya.

Irfan yang juga mantan ketua litbang pemenangan Amran Hi Yahya dan Moh. Besar Bantilan dalam Pilkada 2020 lalu itu, juga menegaskan bahwa implementasi pencapaian visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli saat ini juga ditopang oleh adanya akselerasi pemerintahan dari tingkat pusat sampai pemerintah desa yang bersifat hirarki.

“Pemerintahan dari pusat sampai desa itu hierarki dan merupakan satu kesatuan, sekalipun memiliki ruang lingkup kewenangan yang berbeda, namun sokongan pemerintahan disemua tingkatan itu yang akan menggerakan pencapaian visi misi pemerintah daerah,” tegasnya.

Karena itu menurut Irfan, seluruh perangkat daerah, mulai dari sekda, asisten serta seluruh pimpinan OPD harus memiliki kepekaan, kemampuan dan inovasi untuk mengarahkan dan memanfaatkan anggaran APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, termasuk APBD Desa sebesar-besarnya untuk pencapaian visi misi pemerintah daerah saat ini.

Contoh konkritnya, seperti program satu desa satu program unggulan” itu suport dananya bisa lewat loby kementerian terkait dan APBD Desa, begitupun misalnya untuk program bantuan hukum gratis bagi kepala desa” sesuai regulasi yang ada dapat saja suport anggarannya dari APBD Desa” tandas Irfan, seraya menegaskan pencapaian visi misi pemda tolitoli saat ini tidak sepenuhnya suport anggarannya dari APBD Kabupaten saja.

Begitupun untuk pencapaian arah dan sasaran dalam program prioritas Tolitoli Menuju Adipura, kolaborasi suport anggaran untuk mewujudkan hal tersebut, bukan hanya dari APBD Kabuoaten, Provinsi dan APBN saja, tetapi juga dengan cara memaksimalkan pemanfaatan dana CSR (Coorporate Social Responsibility) dari sejumlah perusahaan yang ada di tolitoli.

Adanya sejumlah potensi dan peluang untuk pencapaian visi misi tersebut, kata irfan, sepenuhnya kembali pada kemampuan perangkat daerah sebagai instrumen utama yang membantu kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati.Tolitoli (tim)