Mantan bupati Tolitoli M.Saleh Bantilan memberikan keterangan pers di hadapan awak media,terkait tudingan penyerobotan lahan tanah bekas istana raja, Pada Minggu 02/05/2021.

M. Saleh Bantilan ; Ini Bohong ” Terkait Tudingan Penyerobotan Tanah Bekas Istana Raja “

Mantan bupati Tolitoli M.Saleh Bantilan memberikan keterangan pers di hadapan awak media,terkait tudingan penyerobotan lahan tanah bekas istana raja, Pada Minggu 02/05/2021.

Tolitoli,beritasulteng.id – Raja Tolitoli yang juga merupakan mantan Bupati Tolitoli, H.Mohammad Saleh Bantilan,S.H, M.H membantah tudingan dugaan penyerobotan lahan yang dialamatkan kepada dirinya. Klarifikasi tersebut disampaikan Mohammad Saleh Bantilan kepada sejumlah media yang ada di daerah ini.

Menurutnya, kasus tersebut ada dua versi, yakni versi pihak Hasanudin menyatakan dirinya telah menyerobat lahan miliknya. Sementara kintal yang kini sementara dibangun Rumah Adat Balre Masigi merupakan aset daerah dikarenakan lokasi tersebut merupakan bekas istana raja dan merupakan cagar budaya.

“Sesungguhnya tanah tersebut adalah bekas istana raja, dan tentunya masih banyak saksi yang mengetahui tentang lokasi yang dimaksud. Namun, karena pendemi Covid-19 sehingga pembangunan Rumah Adat Balre Masigi itu di hentikan,” ujarnya, Minggu, (02/05/2021).

Selain itu, Mohammad Saleh Bantilan juga mengklarifikasi soal ganti rugi lahan yang dipermasalahkan. Dimana, pada pemberitaan di media online disebutkan surat yang diketik diatas kop surat CV. Rembang miliknya, dan diteken tanpa meterai. Terkait itu, kata dia, saat itu datang ibu Hasanudin yakni Rugaya Mener dan adiknya Fatmah Lamatta meminta untuk dibayarkan tanah yang berdekatan dengan rumah adat, sementara saat itu yang ada hanya kertas kop perusahaan miliknya dan dirinya tidak pernah memaksa ibu Hasanudin untuk menjualnya. Hal ini dikuatkan dengan pembicaraan.

“Memang ganti rugi itu dibuat di atas kertas dengan kop surat CV. Rembang tapi kop itu sudah saya garis, dan harga yang diberikan bukan tawaran dari dirinya tetapi langsung dari Rugaya Mener yang merupakan pemilik tanah, saat itu juga hadir anak perempuannya Fatmah Lamatta dan ikut bertanda tangan sehingga sudah cukup kuat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mantan Bupati Tolitoli dua priode ini menjelaskan, cerita mengenai perampasan tanah yang ditujukan pada dirinya dikarenakan adanya surat penjualan yang ditanda tangani saudara Karim dinyatakan tidak berlaku lagi atau batal.

“Jadi, dengan adanya surat ganti rugi dengan begitu terjadilah mufakat antara saya (Ale) dan Rugaya Mener dengan Fatmah Lamatta, untuk mengganti rugi kelapa dan tanahnya sebesar Rp.250.000,- dan saat itu Rugaya Mener menyatakan bahwa perjanjian jual beli dengan Karim dinyatakan batal. Jadi saya tidak pernah merampas,” ungkapnya.

Mendengar adanya pemberitaan mengenai dirinya melakukan dugaan perampasan, lanjut Ale, dirinya telah melakukan laporan ke pihak Kepolisian mengenai hal tersebut dan meminta agar masalah yang dituduhkan kepadanya untuk bisa dibuktikan bahkan dilanjutkan sampai ke pengadilan.

“Makanya pada waktu itu saya laporkan Hasanudin ke Polisi, agar tuduhan mengenai perampasan tanah bisa segera dibuktikan. Soalnya itu adalah persoalan hukum, dan nanti ada pembuktian di pengadilan,” imbuhnya.

Sementara itu turut hadir, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Harton Y. Daud,S.Pd. M.M. Menurutnya, semua pernyataan dirinya yang dituliskan dalam berita di media online mengenai proyek ilegal masuki rumah raja di lahan rampasan adalah tidak benar.

“Isi berita mengenai penjelasan dirinya kepada media tersebut tidak sesuai seperti yang saya sampaikan kepada mereka. Anda (wartawan) bisa lihat perbedaan penjelasan saya ke mereka tentang apa yang ditulis dalam cacatan yang saya buat, tutupnya. ( Andi.ZR )

About beritasulteng

Check Also

Sambut Sumpah Pemuda, Komunitas Motor Tolitoli Gelar Donor Darah

Tolitoli, beritasulteng.id – Berbagai komunitas motor di daerah termasuk Kabupaten Tolitoli, Minggu (17/10/21) bersama Palang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *