Ini lah salah satu sudut ruas jalan Malala Kec. Dondo Kab.Tolitoli, di yang berdebu dan membahayakan pengendara roda dua dan empat, Pada Sabtu 1 Mei 2021.

Warga Kec. Dondo Keluhkan Perbaikan Jalan Yang Berdebu Dan Rawan Kecelakaan

Ini lah salah satu sudut rua jalan Malala Kec. Dondo Kab.Tolitoli, di yang berdebu dan membahayakan pengendara roda dua dan empat, Pada Sabtu 1 Mei 2021.

Tolitoli,beritasulteng.id – Ruas jalan Malala di Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli sedang dalam pemeliharaan. Namun, pemeliharaan jalan itu dikeluhkan warga pengguna jalan karena jalan jadi berdebu dan rawan terjadi kecelakaan akibat pasir dari sisa material pemeliharaan yang berserakan.
Debu yang mengganggu pengguna jalan tidak hanya terjadi siang hari.

Pada malam hari debu yang diakibatkan bahan untuk pemeliharaan jalan tersebut juga sangat mengganggu.
Penilaian negatif muncul dari Yasin (52), pengendara sepeda motor yang kerap melintas di ruas jalan Malala.

Menurutnya, perbaikan jalan yang dikerjakan pelaksana menyisakan material berupa pasir sehingga sangat mengganggu pengguna jalan.

“Saat panas seperti ini debunya cukup banyak, apa lagi sisa material yang berserakan mengakibatkan dirinya hampir jatuh,” kata Yasin, Sabtu, (1/5/2021).

Yasin meminta agar dinas terkait dalam hal ini Kementrian PU untuk menegur bahkan memberikan sanksi terhadap pelaksanaan pekerjaan nasional yang hingga saat ini mengabaikan keselamatan masyarakat lantaran tak kunjung membersihkan atau menyelesaikan sisa-sisa material yang bertebaran.

“Keluhan ini bukan baru ini, tapi sudah lama dan pelaksana terlihat santai tidak ada respon. Sampai sekarang pasir masih berhamburan di jalan, ”ketusnya.
Menyikapi keluhan warganya, Pemerintah Desa Malala, meminta kepada pelaksana jalan nasional ruas Malala yang dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan lantaran membiarkan pasir yang sampai saat ini masih berserakan di ruas jalan.

“ Warga meminta pelaksana jalan nasional untuk melakukan atau finishing di ruas jalan, karena masih berserakan pasir bekas pelaksanaan jalan dan dirinya sudah banyak menerima keluhan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar pihak pelaksana lebih peka dan jangan sampai ada korban jiwa, atau menunggu batas waktu pelaksanaan yang baru, karena yang merasakan dampak negatifnya adalah masyarakat Malala.

“Kita mendukung proyek-proyek nasional masuk ke Malala. Namun, jika pelaksana lalai jadikan catatan agar kedepan pelaksana tidak diluluskan dalam lelang. Kita juga minta agar Balai Pekerjaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIV Sulawesi Tengah melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan pelaksana, jika memang terbukti lalai dalam pelaksanaan maka harus ada sanksi tegas,”pungkasnya.

Terkait keluhan warga di ruas jalan Malala, media ini sudah mencoba menghubungi pihak BPJN Wilayah XIV Sulawesi Tengah melalui telphon selulernya, akan tetapi tidak mendapat respon atau jawaban, begitu juga pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp tidak digubris atau dibaca dan hanya terlihat tanda centang dua. (Andi.ZR)

About beritasulteng

Check Also

Sambut Sumpah Pemuda, Komunitas Motor Tolitoli Gelar Donor Darah

Tolitoli, beritasulteng.id – Berbagai komunitas motor di daerah termasuk Kabupaten Tolitoli, Minggu (17/10/21) bersama Palang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *